YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Minggu, 11 Agustus 2013

Review : The Death Cure


Title : The Death Cure
Series : The Maze Runner #3
Author : James Dashner
Genre : Science Fiction > Dystopia
Category : Young Adult
Rating : 3 out of 5 stars


Book 1 : awesomeee.
Book 2 : What the hell are you doing, Dasher??
Book 3 : I’M DONE WITH THIS PIECE OF SHIT.

Di Buku #3 ini, Thomas dan kawan-kawannya akhirnya tiba di markas WICKED. Semua tes telah berakhir. Cetak biru telah didapatkan. Ingatan-ingatan mereka yang selama ini dihapus akan dikembalikan. Tapi apakah itu benar? Apakah ini hanya akal-akalan WICKED saja untuk menjalankan tes lainnya pada para subjek seperti yang terjadi di The Scorch Trials (Maze Runner #2)? Hal itulah yang meyakinkan Thomas, Minho, dan Newt menolak tawaran WICKED untuk mengangkat SWIPE. Yang berarti juga mengembalikan memori mereka yang selama ini hilang.

Langsung saja. Buku ini absurd.

Seperti yang sudah saya katakan di review buku #2 sebelumnya, Dashner tampaknya ingin mengesankan para pembaca dengan rentetan misteri dan kejadian aneh seperti yang ada di buku #1. Kelihatannya kebiasaan buruk Dashner tersebut belum hilang juga di buku ketiga ini.

Kenapa saya bilang kebiasaan buruk? Karena dibalik semua misteri tersebut, tidak ada penjelasan yang masuk akal. Oke lah, Dashner berusaha menjelaskan beberapa kejadian lewat dialog antartokohnya. Saya bisa lihat itu. Tapi alasan-alasannya terkesan konyol dan dipaksakan.

Untuk yang nggak keberatan spoiler, berikut beberapa bukti yang mendukung statement saya :
1.       Teresa dan anak-anak lain yang menjalani pengangkatan SWIPE kabur dari markas WICKED karena diberitahu Thomas lebih dulu melarikan diri. Apa alasannya WICKED memberitahu hal itu?
2.       Bocah-bocah ingusan biasa dengan mudahnya bisa mengalahkan sepasukan orang dewasa bersenjata. Hal ini sempat terjadi sekali di markas WICKED sebelum mereka kabur, dan ketika segerombolan orang mengungsikan mereka dengan alasan kota dikuasai Crank. Walaupun memang mereka sempat terluka beberapa kali. Tapi lawan mereka terlalu mudah menyerah, bahkan takut dengan gertakan Minho.
3.       Newt memberikan kertas berisi pesan yang hanya boleh dibuka oleh Thomas pada saat yang tepat. Newt terus menekankan saat yang tepat, nggak jelas saat yang tepat itu maksudnya bagaimana karena ia melarang Thomas menanyakan apa-apa lagi.
4.       Kota Denver tiba-tiba diserang Crank. Ada apa ini? Padahal selama ini kota tersebut punya tingkat keamanan yang tinggi tiba-tiba dengan satu hentakan dari para Crank, Denver pun jatuh. Nggak dijelaskan bagaimana Crank bisa melakukan hal tersebut.
5.       Gally muncul lagi. Di buku pertama, Gally melemparkan dirinya pada Griever karena pilihannya sendiri. Ia berpikir dunia luar lebih menyeramkan daripada Glade. Di bagian akhir (masih buku pertama) Gally ternyata masih hidup dan Thomas membunuhnya. Di buku ketiga, Gally ternyata hidup lagi (??) berkat kelompok Tangan Kanan yang ingin menghancurkan WICKED. Ia yang juga tergolong bocah ingusan bahkan masuk daftar orang penting di kelompok tersebut sampai bisa mengobrol satu ruangan dengan pemimpinnya, Vince.
6.       Bagian kematian Teresa terlalu didramatisir (Oke, yang ini subjektif banget). Dia melemparkan dirinya sendiri ke Griever untuk menolong Thomas.
7.       Sebuah pesawat/heli/semacamnya muncul untuk menyelamatkan Thomas dari seorang Pemburu Hadiah dengan melancarkan tembakan beruntun. Kemudian muncul Tikus Botak (Janson) yang meminta Thomas untuk kembali ke WICKED. Namun setelah itu Thomas ditinggalkan begitu saja. Kenapa nggak sekalian saja ia diseret dengan pesawat/heli/semacamnya itu? Oh ya, karena Thomas dulunya adalah bagian dari WICKED, jadi mereka berusaha bersikap sopan. Ya ampun, yang bener aja. Dalam beberapa bagian diindikasikan seakan-akan Thomas dan Teresa dulunya adalah pemimpin dari pengguling kreator WICKED yang lama. Tapi penjelasan soal itu sangat minim, membuat saya nggak yakin dan mengawang-awang.
8.       Ada chip di setiap senjata yang dimiliki WICKED dan Kelompok Tangan Kanan berusaha menon-aktifkan senjata mereka. Oh wow, yang benar aja. Chip di senjata??? Seperti senjata api, dll, bagaimana jadinya? Lagi-lagi penjelasan yang minim.
9.       Kanselir sekaligus pimpinan tertinggi WICKED sampai repot-repot, lho, menjenguk Thomas waktu pingsan. Eh, tapi setelah Thomas siuman dia malah kabur. Mungkin karena sibuk ya…. Nggak lupa dia juga meninggalkan oleh-oleh berupa peta dan surat duka cita.
10.   Di bagian akhir, Brenda kembali ke markas sebentar untuk memastikan sesuatu. Memastikan apa tepatnya? Kita nggak tahu, karena tiba-tiba langsung tamat.

Meh, kira-kira itulah beberapa alasan saya mencap jelek buku ini. Well, walaupun sedikitnya saya masih terhibur.

Sangat disayangkan, padahal buku pertamanya sangat bagus. Ekspektasi saya terhadap seri ini jadi besar. Sayang dua buku selanjutnya kacau habis. Untuk masalah terjemahan, ada sedikit bagian yang masih membuat saya merasa terganggu, tapi tidak sebanyak Buku #2. Ternyata penerjemahnya berbeda.

Untuk yang sudah membaca Buku #1 dan ikut kecewa dengan Buku #2-nya, saya sarankan nggak perlu membuang-buang waktu dengan Buku #3 ini kalau nggak mau berakhir sama kecewanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar